Rabu, 18 Mei 2022


 



Koneksi Antar Materi

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh: Lailatul Badriyah, S. Pd

CGP Angkatan 4 Kab. Sidoarjo

Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran

Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa, perguruan tersebut memiliki pedoman yang dipegang erat oleh guru yang disebut dengan Patrap Triloka.  Isi dari Patrap Triloka yaitu :

1.    ING NGARSO SUNG TULODHO artinya di depan memberi teladan

2.    ING MADYA MANGUN KARSA artinya di tengah membangun karsa/kemauan/semangat

3.    TUT WURI HANDAYANI artinya dari belakang mendukung

Pengaruh Pratap Triloka dalam pengambilan keputusan terletak pada langkah-langkah solusi yang diambil dan pertimbangan dampak dari keputusan yang disepakati.

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan

Dalam mengambil keputusan seorang pemimpin pembelajaran setidaknya memiliki pengetahuan tentang nilai dan peran guru. Nilai positif guru yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid.  Hal ini berkaitan dengan visi guru pengerak yaitu mendesain pembelajaran yang memungkinkan menumbuhkan kemandirian dan motivasi murid dalam merdeka belajar serta guru meningkatkan kompetensi dalam diri, menggandeng sesama dan menularkan ilmu dan pengetahuan yang didapat.

Selain mewujudkan visi, guru menciptakan budaya positif yang menjadi budaya dalam lingkungan sekolah, hal ini dilakukan dengan menggandeng semua warga sekolah serta konsisten menerapkan budaya positif.

Pembelajaran yang diterapkan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi guna guru memahami kebutuhan dan kebiasaan belajar murid dan penerapan pembelajaran sosial dan emosional agar murid memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan membentuk kesadaran diri baik dalam interaksi sosial maupun emosional.  Selain itu menerapkan coaching yang membantu rekan sejawat ataupun murid dalam mencari permasalahannya.

Kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Teknik coaching sejatinya merupakan teknik komunikasi asertif untuk mengali potensi dan memaksimalkannya yang dimana hal tersebut penting dilakukan  dan diterapkan sebelum pengambilan keputusan, terutama dalam tahap pengujian serta 9 langkah pengambilan keputusan.

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan

Banyak hal dalam hidup ini yang harus dipikirkan dengan bijaksana terutama berkaitan dengan pengambilan suatu keputusan. Sering kali bertindak terlebih dahulu tanpa memikirkan apakah itu keputusan yang tepat untuk diambil atau tidak. Ataukah keputusan yang akan diambil dapat melukai hati orang lain yang membuat suasana tidak nyaman dalam suasana kerja yang sifatnya adalah kerja team. Akan tetapi dalam mengambil keputusan dengan dalil demi "menyehatkan" diri dan bathin sendiri tanpa memikirkan pendapat dan perasaan orang lain, yang akhirnya memunculkan dilema dalam diri apakah keputusan itu saya lakukan demi kebaikan orang banyak.

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Ketika kita menghadapi sebuah dilema akan ada nilai-nilai kebajikan yang mendasari yang bertentangan dan harus menjadi pilihan, karena nilai dan prinsip sangat berkaitan erat dan merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari prilaku manusia disadari maupun tidak kedua hal inilah yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan.

Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Seorang pemimpin pembelajaran tentunya diharapkan mampu mengambil keputusan yang dapat membawa dampak positif pada terciptanya lingkungan yang kondusif, aman dan nyaman bagi murid sehingga mampu membuat sebuah perubahan yang lebih baik yang dapat mempengaruhi kehidupan di lingkungan sosial di sekitarnya serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang berpusat pada murid agar kedepannya murid dapat merasakan kemerdekaan belajar yang sebenarnya.

Kesulitan dalam lingkungan yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika. Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Adapun kesulitan-kesulitan yang terjadi dapat diatasi dengan menerapkan 4 Paradigma, 3 Prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan itu sendiri. Dengan melibatkan kepala sekolah, rekan guru bahkan warga sekolah demi mendapatkan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Pengaruh pengambilan keputusan yang diambil dengan pengajaran yang memerdekakan

Pengambilan keputusan yang tepat akan sangat berdampak pada murid, yang dimana peningkatan disiplin dan cara belajar murid dapat dengan instan meningkatkan kualitas mutu sekolah.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya karena seorang pemimpin pembelajaran terutama dalam bidang pendidikan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya, guru bisa mengarahkan potensi yang ada pada murid sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya, keputusan yang diambil tentunya adalah keputusan terbaik dan efektif bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri.

Kesimpulan akhir dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya

Kesimpulan akhir yang dapat saya tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya adalah untuk mewujudkan transformasi pendidikan harus dimulai dari diri sendiri, bagaimana cara kita dalam mengambil suatu keputusan yang tepat dan efektif bagi banyak orang yang tentunya keputusan tersebut memberikan dampak positif baik untuk murid kita, rekan guru maupun lingkungan kita serta pengambilan keputusan hendaknya tetap memperhatikan nilai-nilai kebajikan dan tidak bertentangan dengan paradigma, prinsip maupun langkah-langkah pengambilan keputusan. 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar